MenuMenu Cart
NEED HELP? +628996918187
Keranjang Belanja Anda kosong!

Sprei setiap hari kita gunakan. Dari 24 jam yang kita punya rata-rata 6-8 jam kita bersamanya. Dia begitu berpengaruh pada kesegaran tubuh kita. Anda bayangkan bila sprei di rumah terasa keras, kaku, apalagi panas ( tidak sejuk ) pastilah istirahat kita tidak nyaman. Jenis bahan sprei sangat menentukan kenyamanan istirahat kita. Beberapa jenis bahan sprei yang banyak digunakan di pasaran saat ini, antara lain:

POLYESTER
Polyester terbuat dari serat sintetis, kainnya agak kasar, coraknya banyak, mudah diatur tidak mudah kusut harganya pun cukup ekonomis. Kelebihan polyester adalah halusnya bahan ini. Bahan ini kurang cocok dipakai sebagai sprei, namun sangat nyaman dipakai sebagai selimut. 

MICROFIBER / MICROTEX
Microfiber adalah jenis polyester baru yang jauh lebih baik dan lembut daripada polyester biasa. Teksturnya sangat lembut namun tidak sedingin katun. Bahan ini kurang cocok dipakai sebagai sprei, namun sangat nyaman dipakai sebagai selimut. 

KATUN VISCOSE ( CVC )
Kain CVC memiliki komposisi 40-60% katun dan sisanya 40-60% (tergantung grade CVC) bahan viscose atau rayon yang nyaman dan lembut. Bahan viscose biasanya dipakai di kaus, jaket, kemeja dan sebagainya. Tekstur kain agak keras dibandingkan dengan sateen jepang, tenunan benangnya pun lebih sedikit (thread count lebih rendah) sehingga tenunan benangnya tidak rapat dan apabila di terawang akan sedikit tembus pandang. Mohon lihat artikel kami lainnya mengenai thread count untuk informasi mengenai jumlah tenunan benang. Sekalipun ini produksi lokal, apabila dicuci tidak berbulu malah sebaliknya akan terasa lebih lembut dan halus. Hanya saja warnanya akan menjadi pudar.

PANCA
Jenis bahan ini adalah buatan lokal Indonesia. Komposisinya terdiri dari 50% Katun dan 50% Polyester. Warna – warnanya terlihat lebih terang dan solid karena kandungan polyesternya yang cukup banyak. Untuk motif – motif yang memiliki warna tebal, bahan terasa lebih kaku. Produsen bahan panca antara lain adalah STAR, FORTUNA, NIKITA, BATAMTEX, dll. Jenis bahan ini cukup banyak diminati karena harganya yang cukup miring dibandingkan dan kualitas lebih baik dari bahan full Polyester. Thread Count (TC) bahan ini berkisar 144 sehingga kurang rapat.

CATRA dan RENETTE
Selain Panca, produsen lokal juga membuat jenis kain dengan kadar katun yang sedikit lebih banyak yaitu dengan merk Catra dan merk Renette. Perbandingan komposisinya adalah katun 60% dan polyester 40% sehingga terasa sedikit lebih halus dan lemas dibanding jenis Panca. Thread Count (TC) bahan ini berkisar 144 sehingga masih kurang rapat

CANON atau KATUN CHINA
Canon atau sering juga disebut Katun China merupakan bahan katun campuran import dari China dengan kualitas yang lebih rendah dibanding Katun Satin atau yang sering disebut dengan Katun  Jepang.  Canon menggunakan komposisi 75% katun dan 25% polyester.  

KATUN LOKAL (100% KATUN)
Bahan 100% terbuat dari katun. Tingkat kenyamanan atau kualitas bergantung pada seberapa rapat benang (Thread Count / TC) yang membentuk kain tersebut. Umumnya bahan yang ada dipasar mempunyai kerapatan 150 – 180 TC. Angka yang lebih tinggi menunjukkan kerapatan yang lebih tinggi dan lebih nyaman dipakai Selain itu, warna juga mempengaruhi tingkat kelembutannya. Bahan yang sebagian besar berwarna putih terasa lebih lembut daripada bahan yang berwarna-warni.

Akan tetapi harus selalu berhati-hati dalam memilih bahan full katun, karena hampir semua penjual bahan menyatakan bahwa produk mereka adalah 100% katun, padahal sebenarnya kualitas katun campuran. Bahan yang mengandung 100% katun terasa lebih lemas dan mudah kusut bila dipegang. Bahan pewarna yang dipakaipun cenderung lebih baik, terlihat dari pori-pori kain yang tidak tertutup oleh pewarna dan masih tampak jelas.

Dahulu cukup banyak produsen lokal di Indonesia membuat bahan dengan kadar 100% katun seperti Bintang Agung, Renette, dll. Bahkan kualitas bahan katun lokal cukup bersaing di pasar internasional. Akan tetapi beberapa tahun terakhir, seiring dengan membanjirnya produk – produk katun dari China dan Taiwan, membuat katun lokal kurang dapat bersaing dengan produk mereka dikarenakan biaya produksi dalam negeri yang cukup tinggi terutama dari upah buruh sehingga menyebabkan harga yang ditetapkan menjadi lebih mahal. Untuk dapat bertahan dalam bisnis bahan sprei, produsen lokal terpaksa bermain di pasar yang lain yaitu dengan sedikit menurunkan kualitas bahan (mencampurnya dengan bahan lain seperti polyester) sehingga menghasilkan jenis kain seperti Panca, Catra, Renette, CVC dll. Oleh karena itu, saat ini sangat jarang katun lokal yang memiliki komposisi 100% katun dengan thread count yang baik.

KATUN JEPANG
Saat ini istilah katun jepang dipakai untuk seluruh jenis kain 100% katun (sama sekali tidak ada campuran dengan polyester) dengan kerapatan benang paling sedikit 180 TC. Leven Cotton menggunakan kerapatan benang 200 TC sehingga sangat nyaman dan kuat untuk dipakai sehari-hari. Mohon lihat artikel mengenai thread count untuk informasi lebih lanjut mengenai thread count.

Halaman

Layanan Pelanggan

 

  • Jl. Garuda No. 100 Bandung - 40184 Jawa Barat Indonesia
  • info@levencotton.com
Terhubung dengan kami
Powered By OpenCart
Leven Cotton © 2019