MenuMenu Cart
NEED HELP? +628996918187
Keranjang Belanja Anda kosong!

 

Di luar negeri memang istilah ini sudah sangat familiar bagi orang yang ingin membeli sprei maupun bed cover. Tapi bagi para konsumen di dalam negeri, mungkin istilah ini masih cukup asing.

Thread count adalah jumlah benang per inci persegi dari kain. Ini terdiri dari benang vertikal (warp) dan benang horizontal (weft) yang dijalin bersama-sama. Konstruksi kain menyebutkan bagaimana thread count dicapai (berapa jumlah warp dan weft yarn, dan berapa jumlah benang kecil (pick) yang dijalin ke dalam satu benang). Untuk mencapai TC yang lebih tinggi, kadang-kadang dijalin dua benang (yarn)bersama-sama yang terdiri dari beberapa benang kecil (pick) yang dijalin menjadi satu benang (yarn). Terdapat peraturan yang menyatakan bahwa bila beberapa benang dijalin menjadi satu benang sebelum dijadikan kain, maka beberapa benang tersebut harus dihitung sebagai satu benang saja. Hal ini tidak diikuti oleh semua pabrik, namun penggunaan benang-benang kecil yang dijalin menjadi satu benang adalah cara yang umum untuk menaikkan hitungan TC. 

Dalam kualitas kain, kain yang terbaik haruslah terbuat dari satu benang saja per warp / weft (single ply yarn) dan setiap yarn hanya terdiri dari satu pick. Namun, thread count tertinggi yang bisa dicapai dengan metode ini hanyalah 400 TC. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa di atas 400 TC, angka ini hanyalah metode untuk marketing saja. 

Makin tinggi thread count, maka semakin rapat kain tersebut yang mengakibatkan kain tersebut terasa semakin halus. Memang kualitas kain bukan hanya tergantung pada thread count, namun juga bergantung pada jenis benang, ukuran benang, jalinan benang, cara menjalin, finishing dan sebagainya. Namun pada umumnya, thread count dapat menjadi pedoman pertama akan kualitas kain tersebut, terutama kain yang diperuntukan untuk sprei / bedcover (bedding).

Di dalam produk yang berkualitas, perbedaan antara 300 TC dan di atasnya sangat tidak terasa. Untuk di Indonesia, biasanya terdapat beberapa jenis kain menurut TC-nya:
1. Di bawah 150 TC: Kain jenis ini kurang nyaman dipakai karena kurang rapat, kualitas agak rendah. Biasanya dipakai untuk CVC & katun lokal
2. Sekitar 160 s.d 180 TC: Kain jenis ini sudah lebih nyaman dipakai dan banyak katun lokal yang memakai tingkatan ini
3. Mulai dari 200 TC: Sudah termasuk kain dengan kualitas baik. Bila ini merupakan kain katun, maka ini bisa disebut sebagai katun jepang
4. Mulai dari 250-300 TC: Biasanya dipakai untuk hotel yang membutuhkan kualitas dan ketahanan tinggi, lebih cocok dipakai di ruang ber-AC

Untuk pemakaian sehari-hari, kain 200 TC adalah kombinasi yang tepat untuk digunakan di iklim tropis. Hal ini dikarenakan kain 200 TC memiliki keseimbangan yang tepat antara kenyamanan, harga, kualitas, kekuatan (durabilitas), dan untuk iklim tropis, masih memungkinkan udara untuk bergerak bebas ke sela-sela kain (good breathability). Kain 250-300 TC biasa digunakan pada kain kualitas premium untuk tempat tidur mewah. 

Di Leven Cotton, saat ini kami memakai kain 100% katun dengan kerapatan benang 200 TC. Kami percaya bahwa Anda mendapatkan produk yang lebih baik, lebih nyaman, yang benar-benar memberikan nilai dan keseimbangan yang baik antara harga dan kualitas.

Halaman

Layanan Pelanggan

 

  • Jl. Garuda No. 100 Bandung - 40184 Jawa Barat Indonesia
  • info@levencotton.com
Terhubung dengan kami
Powered By OpenCart
Leven Cotton © 2019